Soal Komentar di Facebook, LBHNU Lamongan Kawal GP Ansor

Home / Berita / Soal Komentar di Facebook, LBHNU Lamongan Kawal GP Ansor
Soal Komentar di Facebook, LBHNU Lamongan Kawal GP Ansor Pengurus Ansor Kabupaten Malang, didampingi Ketua LBHNU, Suisno, saat datang di Mapolres Lamongan, Selasa (10/1/2017). (Foto: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESSLEMAN, LAMONGAN – Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, turun tangan untuk mengawal persoalan yang tengah dihadapi Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Sebagaimana di ketahui, pada Senin (2/12/2016) silam, GP Ansor dan Banser telah melaporkan pemilik akun media sosial - Facebook Khoirul Huda ke Polres Lamongan, karena komentar yang ditulisnya di grup Facebook, Mimbar Bebas Lamongan (MBL), dinilai telah menyudutkan Nahdatul Ulama (NU), GP Ansor dan Banser.

"Persoalan - persoalan ini akan kita tindak lanjuti, bahwa perkara ini harus tetap lanjut, jadi lembaga Ansor dan Banser akan tetap kita kawal sampai selesai perkara ini, sampai tingkat pengadilan," ujar Ketua LBHNU, Suisno, di Mapolres Lamongan, Selasa (10/1/2017). 

Lebih lanjut, Suisno mengaku, NU, GP Ansor dan Banser, memang membuka diri untuk melakukan dialog. Namun, hal itu tidak serta-merta bisa menghentikan perkara yang sudah mempermalukan lembaga di media sosial. 

"Kalau ada upaya-upaya apapun tetap kita akomodir, tapi tidak menutup perkara ini, perkara ini tetap jalan gak boleh berhenti, demi nama baik lembaga, nama baik Ansor, Banser, kita pertaruhkan," tegas Suisno.

Menurutnya, langkah yang ditempuh Ansor dan Banser tersebut sebagai pelajaran bagi pemilik akun di sosial media. Pemilik akun di media sosial semestinya bisa bijak dan lebih berhati-hati dalam memanfaatkan keberadaan jejaring sosial ini,  sehingga tidak merugikan pihak lain. 

"Jangan sampai terulang orang menghina, mencemarkan nama baik Ansor dan Banser," kata dia menambahkan. 

Sementara itu, paska melapor ke Mapolres Lamongan beberapa waktu lalu, Ketua GP Ansor Kabupaten Lamongan, Muhammad Masyhur, mengaku pihaknya sudah mendapat surat peningkatan status dari lidik menjadi penyelidikan. 

"Kita setelah laporan beberapa waktu lalu, hari ini dipanggil. Kita dikasih surat SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan, red)," ucap Masyhur. 

Bahkan, kata Masyhur menambahkan, dalam minggu ini pihak-pihak yang terkait akan dipanggil pihak kepolisian. "Minggu ini admin grup, akan dipanggil dan saksi ahli bahasa dari Unesa Surabaya," ucapnya.

Di sisi lain, pemilik akun media sosial - Facebook Khoirul Huda saat dihubungi via telepon seluler mengaku belum bisa memberikan pernyataan terkait masalah yang membelitnya. "Mohon maaf untuk saat ini saya belum bisa bicara," ucapnya singkat. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com