Mantan Dirut PDAM Sidoarjo, Dituntut 12 Tahun Penjara

Home / Berita / Mantan Dirut PDAM Sidoarjo, Dituntut 12 Tahun Penjara
Mantan Dirut PDAM Sidoarjo, Dituntut 12 Tahun Penjara Terdakwa Sugeng Mujiadi, saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor. (Foto: M. Andika/ TIMES Indonesia)

TIMESSLEMAN, SIDOARJO – Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo (DTS) Sugeng Mujiadi, dituntut 8 tahun penjara, denda 200 juta subsider 6 bulan, dalam dugaan korupsi pengadaan pipanisasi 10 ribu sambungan rumah (SR) yang merugikan negara hingga Rp 2,8 miliar.

Tak hanya itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, juga membebani uang penganti (kerugian negara) senilai Rp 1,4 miliar. Namun, jika terdakwa Sugeng Mujiadi  tidak bisa membayar uang kerugian negara tersebut, maka Sugeng harus menjalani 4 tahun kurungan penjara tambahan.

Tuntutan mantan orang nomor satu di tubuh perusahaan daerah (BUMD) itu dibacakan oleh Tim JPU Kejari Sidoarjo, secara bergantian oleh jaksa Ny, Betty, Wahyu, Wahid dan Guntur dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Matius Samiaji SH, dalam sidang yang digelar di ruang sidang Cakra, Pengadilan Tipikor di Jalan Juanda, Sidoarjo, Senin (9/1/2017).

Terdakwa Sugeng Mujiadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP dalam dakwaan primer.

Hal tersebut karena Sugeng Mujiadi merupakan Pengguna Anggaran (PA) dalam kasus dugaan korupsi pipanisasi senilai Rp 8,9 miliar yang dimenangkan CV. Langgeng Jaya, hingga merugikan negara senilai Rp 2,8 miliar ini.

Kepada TIMES Indonesia, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, HM. Sunarto SH, menyatakan tuntutan terhadap SM sudah sesuai, dan yang memberatkan tuntutan itu karena terdakwa masih tidak mau mengakui perbuatannya, padahal, peran terdakwa sudah jelas yang mengakibatkan kerugian negara.

"Terdakwa SM, sempat meminta bantuan paranormal untuk menghentikan kasus ini dan terdakwa juga mencoba menghilangkan barang bukti, terlihat dari barang bukti isi SMS di hendphone milik terdakwa yang kami sita dan kami lakukan labfor," paparnya.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com