Konflik Perpenas

Ini Bukti Penganiayaan Guru SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Home / Berita / Ini Bukti Penganiayaan Guru SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi
Ini Bukti Penganiayaan Guru SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi Peli Rompies saat berusaha menyerang dalam rekaman video. (Foto : Syamsul Arifin/ TIMES Indonesia)

TIMESSLEMAN, BANYUWANGI – Aksi penganiayaan guru di SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi, sempat diabadikan oleh salah satu korban, Agus Suryanto. Melalui kamera smartphone miliknya, dia merekam detik-detik pemukulan terhadap dirinya.

Dalam video berdurasi 15 detik tersebut, suasana terlihat cukup mencekam. Saat dia hendak memasuki area sekolah bersama guru lain, Titin Dahlian, dihadang oleh tiga orang. Mereka adalah Pelni Rompies, Hari PR serta Heri atau Ateng. Jelas tersirat, raut wajah Pelni Rompies sedang emosi dan berusaha menyerang Agus Suryanto.

Hari PR yang juga mantan Komisioner KPU Banyuwangi serta Ateng sudah berusaha mencegah. Namun Pelni, yang merupakan pengurus harian KONI Banyuwangi, terus mencari celah. Dan akhirnya, jebrak, suara pukulan terdengar diikuti gerakan kamera yang tak beraturan.

“Astaghfirullah hal adzim, kok mukul,” terdengar suara dalam rekaman.

Dikonfirmasi terkait pemukulan, Pelni Rompies mengaku dirinya hanya membela diri. Karena sebelumnya dia sempat dicekik oleh salah satu korban.

“Saya dicekik duluan,” cetus Pelni Rompies, Senin (9/1/2017).

Pengakuan tersebut langsung dibantah oleh Agus Suryanto. Guru bagian kurikulum ini menyebut bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan kontak fisik apapun. Namun dia mengaku bahwa dia berusaha masuk area sekolah karena memang sedang ada jadwal mengajar bimbingan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kisruh hingga berujung penganiayaan guru ini adalah rentetan konflik dualisme kepengurusan Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas). 

Yakni lembaga yang menaungi SMA 17 Agustus 1945, beserta 11 unit lainya, termasuk Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi. Para guru korban penganiayaan disebut sebagai pendukung kubu Warijan, sedang Pelni Rompies cs adalah kelompok Sugihartoyo.

Dalam penganiayaan ini, sedikitnya 3 guru menjadi korban. Mereka adalah Wakil Kepala Sekolah, Drs Mardi Sukoto, Agus Suryanto dan Titin Dahlian. Kasus ini sedang dalam penanganan petugas Polres Banyuwangi. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com