Banyak Warung Makan Tutup, Harga Daging Ayam Potong di Bondowoso Anjlok

Home / Ekonomi / Banyak Warung Makan Tutup, Harga Daging Ayam Potong di Bondowoso Anjlok
Banyak Warung Makan Tutup, Harga Daging Ayam Potong di Bondowoso Anjlok Pedagang daging ayam potong di Pasar Induk Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESSLEMAN, BONDOWOSO – Akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19, transaksi barang dan jasa menurun. Salah satunya dirasakan pedagang daging ayam potong di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Mereka mengaku harga daging ayam turun drastis.

Rere, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Induk mengaku, bahwa harga daging ayam menjadi Rp22.000 dari harga semula Rp30.000 per kilogram.

Dia mengaku sudah dua minggu harga daging ayam anjlok. Hal itu disebabkan banyak rumah makan libur.

“Karena virus Corona ini, banyak rumah makan tutup. Kan yang beli bukan hanya ibu rumah tangga, tapi juga rumah makan,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2020).

Dia mengaku, bahwa di agen, harga daging ayam sebenarnya sekitar Rp16.000 sampai Rp18.000 per kilogram.

Meski ada warung atau rumah makan buka, pembelian dagingnya pun menurun. “Biasanya beli 6 kilogram, sekarang cuma beli 2 kilogram," papar perempuan yang sudah 24 tahun berjualan di pasar Induk tersebut.

Sementara itu, Kasi Usaha Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Ida Kurnia Theolita, mengatakan, bahwa turunnya harga daging ayam terjadi hampir di semua pasar tradisional di Bondowoso.

Menurutnya, ini terjadi karena dampak Covid-19 yang menyebabkan kebutuhan masyarakat menurun, sementara daging ayam melimpah. Sehingga harganya anjlok.

"Juga warung-warung juga kan banyak yang nutup, membatasi jam buka. Kebutuhan masyarakat semakin menurun, sementara produksinya kan cepat untuk menghasilkan ayamnya itu. Yang saya amati ya seperti itu, sehingga harganya jeblok," paparnya.

Namun di sisi lain, karena harga daging ayam turun akibat darurat Covid-19, ada juga masyarakat membelinya berlebih. “Sehingga malah menimbulkan kerumunan. Kan sempat sampai dijaga polisi," terangnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com