China Telah Mengekspor 3,86 Miliar Masker untuk Melawan Covid-19

Home / Berita / China Telah Mengekspor 3,86 Miliar Masker untuk Melawan Covid-19
China Telah Mengekspor 3,86 Miliar Masker untuk Melawan Covid-19 Para pekerja membongkar kotak-kotak peralatan medis pelindung dan material dari pesawat kargo AN-124 Ukraina, yang tiba dari China, Sabtu di Bandara Liszt Ferenc di Budapest, Hongaria di tengah penyebaran pandemi COVID-19. (FOTO: AFP)
Fokus Berita

TIMESSLEMAN, JAKARTA – Dalam beberapa hari terakhir, pesawat-pesawat.kargo dari seluruh dunia memadati China, hanya untuk mengambil pasokan medis seperti masker dan ventilator untuk melawan pandemi Covid-19.

Sejak 1 Maret 2020 hingga kini China telah mengekspor 10,2 miliar yuan ($ 1,4 miliar) pasokan medis, termasuk di dalamnya 3,86 miliar masker.

Dikutip dari China Global Times, People.com melaporkan, Dewan Sate telah menyampaikan kan hal itu pada konferensi pers pada hari Minggu (5/4/2020).

Dijuluki "pabrik dunia," China telah menunjukkan dirinya sebagai tulang punggung rantai industri global di tengah Covid-19. Industri China kembali dalam bisnis setelah dua bulan menjalani penghentian karena wabah Virus Corona itu.

Menurut Kedutaan Inggris di China melalui akun resminya, Sina Weibo, sebuah pesawat dari Virgin Atlantic Airways, Inggris telah mengambil 300 ventilator, 33 juta masker dan 1 juta sarung tangan medis dari China.

Pemerintah Perancis pada 28 Maret 2020 lalu juga mengumumkan kesepakatannya dengan China mendatangkan 1 miliar masker. Pengiriman dilakukan pada hari berikutnya ketika penerbangan kargo membawa 5,5 juta masker ke Bandara Paris Charles de Gaulle.

Bahkan Yicai.com juga melaporkan, dalam dua minggu berikutnya, total 56 penerbangan akan menyelesaikan pesanan itu.

Hingga akhir Maret, pemerintah China telah mengirim materi melawan pandemi ke 89 negara dan empat organisasi internasional.

Untuk menyediakan sebanyak mungkin masker, alat uji, dan ventilator, perusahaan di China juga tengah memaksimalkan setiap menit kerjanya.

Menurut Komisi Pembangunan Nasional, sejak wabah terjadi, dalam waktu 30 hari, produktivitas masker telah meningkat 12 kali lipat. Pada 29 Februari, China memproduksi 100 juta topeng setiap hari.

Dengan kedatangan pesawat-pesawat kargo dari seluruh dunia untuk mengambil pasokan medis seperti masker dan ventilator, kini China menjadi oasis dalam pandemi global Covid-19.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com