Sekjen PP GP Ansor Minta Kader Tidak Lengah terhadap Ancaman Ganggu NKRI

Home / Berita / Sekjen PP GP Ansor Minta Kader Tidak Lengah terhadap Ancaman Ganggu NKRI
Sekjen PP GP Ansor Minta Kader Tidak Lengah terhadap Ancaman Ganggu NKRI Sekjend PP GP Ansor Abdul Rochman bersama Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar di acara Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan V, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (26/2) dini hari. (FOPT: TIMES Indonesia)

TIMESSLEMAN, PASURUAN – Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Abdul Rochman kembali meminta kepada seluruh kader GP Ansor dan Banser untuk tidak lengah terhadap pergerakan pihak-pihak yang ingin merusak dan mengganggu eksistensi NKRI dan kebhinekaan.

“Saat ini masih ada pihak yang bergerak sistematis di banyak lini dan berupaya menggerus tatanan kebangsaan yang sudah menjadi konsensus nasional. Oleh karena itu, kader GP Ansor dan Banser harus waspada, terus mengkonsolidir diri dan bergerak menghadang kelompok-kelompok tadi,” tegas Adung, panggilan akrabnya, di acara Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan V, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (26/2/2020) dini hari.

Dia kembali mengingatkan, GP Ansor pernah membunyikan alarm peringatan kepada bangsa Indonesia dalam bentuk Kirab Satu Negeri. Kirab yang dimulai dari lima titik terdepan Indonesia; Sabang, Nunukan, Miangas, Merauke dan Pulau Rote, membawa panji Merah Putih ke seluruh provinsi dan ratusan kabupaten/kota di Indonesia selama 41 hari dan berakhir pada 26 Oktober 2018 di Yogyakarta.

Menurut Adung, GP Ansor saat Kirab Satu Negeri mengingatkan tiga ancaman nyata yang dihadapi bangsa Indonesia. Indonesia, jelas dia, menghadapi ancaman dari pihak-pihak yang ingin mengubah Pancasila, NKRI, dan UUD 1945 menjadi bentuk dan sistem politik lain. 

“Selain itu, kita dihadapkan pada kenyataan adanya kelompok kecil dalam masyarakat yang mengembangkan sikap keberagamaan yang intoleran, puritan, dan merasa benar sendiri dengan menyalahkan kelompok lain,” ungkapnya. 

Ancaman ketiga, tandasnya, dalam situasi tersebut banyak masyarakat (silent majority) yang memilih diam. “Nah, Kirab Satu Negeri diadakan untuk menggerakkan kesadaran publik agar bersatu, bahu membahu menghadapi ancaman kebangsaan tersebut,” pungkas Adung.

Di kesempatan yang sama, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Syafiq Sauqi menyatakan siap untuk selalu mengingatkan kepada seluruh kader Ansor dan Banser Jawa Timur atas potensi ancaman yang disebut Sekjen GP Ansor.

Menurut dia, di setiap kegiatan kaderisasi yang terus dilakukan sepanjang waktu pihaknya selalu menggelorakan kepada para kader untuk cinta tanah air, mengawal para kiai dan ulama, serta harus siap dalam menghadapi segala bentuk ronrongan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

“Mempertahankan keutuhan bangsa dan negara harus menjadi landasan kuat bagi para kader dalam berkhidmah di organisasi, baik Ansor maupun Banser. Kita pompa terus semangat cinta tanah air, mencintai sesama tanpa membedakan suku, agama, ras. Dan yang juga penting, mengawal para kiaii dan ulama NU,” tandas Gus Syafiq, sapaan akrabnya sekjen PP GP Ansor ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com